Revolusi Paradigma

BULAN KEMBAR Sejak 23 SEPTEMBER 2017 – CANDRA KIRANA #04

candra kirana 04

(Tumpak Saniscara Manis, wuku Tolu)

CANDRA KIRANA #04

Leluhur kita mengenal dua jenis penamaan untuk waktu yang berdasarkan benda langit, yaitu:
1. Candra Sengkala
2. Surya Sengkala

Namun, sejalan dengan perkembangannya, saat ini yang kita kenal adalah Candra Sengkala. Candra adalah Bulan, dari asal nama Sang Hyang Batari Candra atau Sang Hyang Batari Ratih.

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, Sang Hyang Batari Ratih adalah istri dari Sang Hyang Batara Kamajaya. Dan Sang Hyang Batara Kamajaya adalah salah satu putra dari Sang Hyang Batara Ismaya yang turun menjadi pamongnya Nuswantara dengan Wujud Semar.

Candra Sengkala biasanya menunjukkan angka tahun yang dituliskan dalam bentuk kata-kata. Contoh, Candra Sengkala yang menunjukkan waktu moksanya Sang Maha Prabu Brawijaya ke V (Maha Prabu Kerta Bumi), yang oleh putranya yang diangkat menjadi Maha Prabu Brawijaya VI di kenangkan dengan Candra Sengkala *”Sirna ilang Kertaning Bumi”*

Kala Candra adalah Bulan, maka seharusnya bukan untuk penanda tahun. Sehingga sangat patut dicurigain bahwa Leluhur sudah memberikan sandi yang sangat jelas agar kita mengamati Bulan. Dan mulai tanggal 23 September 2017 kemarin, Bulan mulai terlihat janggal, karena terlihat ada dua, dan paling jelas terlihat keanehan itu adalah pada saat Bulan Sabit.

Maka, seharusnya kita mulai melihat ke atas dan mengamati Bulan dengan seksama, dan mencermati, benda apakah yang sebenarnya berada di belakang Bulan saat ini, sehingga Leluhur sudah dari jauh hari memberikan gambaran dengan sandi dari kata-kata Candra Sengkala.

( Bersambung )

English Version:

The Twin Moons since 23^th SEPTEMBER 2017

(Tumpak Saniscara Manis, wuku Tolu)

CANDRA KIRANA #04

Our ancestors defines two version of period that categorized by celestial objects, these are :
1. Candra Sengkala
2. Surya Sengkala

Tough, along its development,nowadays we are used to recognizing the version of CANDRA SENGKALA. Candra refers to moon, that taken from the origin name of Sang Hyang Batari Candra or Sang Hyang Batari Ratih (the godess of the moon in javanese cultural belief)

In Javanese cultural belief we also knew that Sang Hyang Batari Ratih is the wife of Sang Hyang Batara Kamajaya. Sang Hyang Batara Kamajaya is the son of Sang Hyang Batara Ismaya that became a “pamong” of nuswantar in Semar itself.

Candra Sengkala configure the years number in the form of words. For example,
The candra sengkala that describe the moment when Sang Maha Prabu Brawijaya V doing moksa was held by his son whose appointed as Maha Prabu Brawijaya VI with candra sengkala ” Sirna Ilang Kertaning Bumi”

When Candra refers to moon, then it doesn’t suppose to indicating the years.
So it is suppose to be susspected that our Ancestors gave us some clues for observing the moon. Since 23^ th september 2017 ago, the moon appears strange for being twin, more ever when the moon entering the crescent phase.

Thus, we should start to look above and observing the moon carefully and take a look closely, what is the obejct that hijden behind the moon, furthermore the ancestors already gave the password description within words of Candra Sengkala

To be continued

(Dilihat: 587 kali)

Comments Closed

Comments are closed. You will not be able to post a comment in this post.