Revolusi Paradigma

CANDRA KIRANA #06 : BULAN KEMBAR Sejak 23 SEPTEMBER 2017

Galuh candra kirana

(Tumpak Saniscara Manis, wuku Tolu)

CANDRA KIRANA #06

*GALUH CANDRA KIRANA*

Di pulau Jawa, termasuk di daerah Jawa Barat, dikenal sebuah cerita rakyat tentang Galuh Candra Kirana. Sebuah kisah yang menceritakan tentang bertemunya Rahadyan Panji Inu Kertapati dengan Dewi Anggraini Sekarjati. Diceritakan dalam kisah itu, terjadi sebuah kesalahpahaman yang berakibat kepada meninggalnya Dewi Anggraini Sekarjati.

Terdapat penggambaran dalam narasi yang sangat indah tentang munculnya Dewi Anggraini Sekarjati yang dinamakan Galuh Candra Kirana.

Dalam Bahasa Kawi dan Sangsekerta, Galuh berarti ‘Permata’
Candra berarti ‘Bulan’
Kirana berarti ‘Tempat yang dikira’
Sehingga, pernyataan Galuh Candra Kirana dapat diartikan sebagai “Permata yang dikira Bulan“.

Sandi tersebut menggambarkan akan munculnya seorang Putri berambut panjang selama tujuh malam, dan hilang pada saat munculnya Matahari.

Pernyataan itu sangat mendekati cerita akan munculnya *Lintang Kemukus* atau bintang berekor yang panjang sekali ekornya, selama 7 hari 7 malam.

Maka kita harus memperhatikan sastra-nya Bulan saat ini, kapankah sesuatu yang berada di belakang Bulan akan nampak jelas dan terpisah dari Bulan, serta menunjukkan rambut panjangnya yang indah sebagai pertanda akan munculnya jaman yang sangat indah.

Hal ini sejalan dengan jangka dari Sang Mapanji Sri Aji Jaya Baya yang diistilahkan dengan nama Lintang Kemukus. Serta, sejalan juga dengan cerita Galuh Candra Kirana tentang munculnya Sang Dewi yang muncul bagai Permata yang berkilauan dengan rambut panjangnya yang juga mengkilat.

( Bersambung )

English Version:

Twin moon since 23 SEPTEMBER 2017
(Tumpak Saniscara Manis, wuku Tolu)

CANDRA KIRANA #06

*GALUH CANDRA KIRANA*

On the javanese island, including west java , known a folklore about Galuh Candra Kirana. The story tells about how Rahadyan Panji Inu Kertapati met Anggraini Sekarjati. There were misundertanding that concluded the death of Anggraini Sekarjati

There was a beautifully description about the presence of Dewi Anggraini Sekarjati that named Galuh Candra Kirana

In Language of Kawi (ancient javanese dialogue) and Sangsekerta ( sanskrit of Indonesia), galuh refered to diamond, candra refered to moon, and Kirana refered to place that known as. Thus, the term Galuh Candra Kirana could be mentioned as The diamond that known as a moon

That term described the presence of a princess with long hair for seven days before she was gone when the sun is shining

That statement very similar with the story about the presence of comet in seven days and seven nights

Furthermore, we should watch the moon carefully, whether the hidden object behind the moon would cbe clearly observed and separated from the moon, as the sign of the emergence of the brilliant era.

This should be related to the Jangka of Sang Mapanji Sri Aji Jaya Baya that known as Lintang Kemukus (comet). Also, related to the story of Galuh Candra Kirana that referred to the appearance of the goddess which appeared like a precious diamond with her shiny hair

To be continued

(Dilihat: 648 kali)

Comments Closed

Comments are closed. You will not be able to post a comment in this post.