Seri Selatan

Melacak Celah Gelombang Elektromagnetik Sasradara

Gelombang Elektromagnetik ada dua jenis :

1. Gelombang Transversal (gelombang dengan arah getar tegak lurus arah Melacak Gelombang Elektromanetik Sasradara | Turanggaseta.comrambat)
2. Gelombang Longitudinal (gelombang dengan arah getar searah drngan arah rambat)

Gelombang Sasradara bisa merupakan kedua jenis getaran tersebut, karena Getaran Sasradara yang sampai ke peradaban kita merupakan campuran dari seluruh sistem komunikasi di Area 36 yang bocor ke peradaban kita.

Gelombang Elektromagnetik mempunyai banyak frekwensi, gelombang dengan frekwensi tinggi akan mempunyai panjang gelombang yang rendah sehingga sangat mudah menembus lapis batas yang mereka buat, sedangkan untuk gelombang dengan frekwensi sangat rendah mempunyai panjang gelombang yang sangat besar sehingga mudah dipantulkan oleh lapis batas yang mereka buat.

Terdapat 2 jenis Gelombang Elektromagnetik yang terlacak di peradaban kita :

Jenis pertama adalah VLF (Very Low Frequency) 0,5 – 5,0 Hz yang merupakan sistem komunikasi dengan peradaban penyangga yang berada di luar Bumi karena sinyal tersebut masuk ke atmosfir Bumi, padahal untuk sinyal setara dengan MW, SW1 dan SW2 yang panjang gelombangnya lebih rendah daripada VLF akan dipantulkan oleh ionosfer, sehingga terasa aneh kalau sinyal dengan panjang gelombang yang lebih besar justru tidak dipantulkan oleh ionosfer. Ini sama anehnya apabila kita memasukkan bola berdiameter 10 meter ke pintu yang mempunyai lebar hanya 1 meter, dan itu bukan hal yang alamiah, seperti masuknya getaran VLF ke atmosfir Bumi yang sinyalnya dapat terlacak di seluruh dunia. Apabila kita cermati, intensitas akan semakin membesar ke arah Samudera Hindia (ke posisi Atlantis). Jenis ini adalah sinyal komunikasi antara Kahyangan dengan Atlantis.

Jenis kedua berada di Area 36 yang selalu terjaga dan tidak bocor ke peradaban kita. Sinyal elektromagnetik Sasradara tidak hanya di VLF saja, untuk kebutuhan komunikasi di peradaban Area 36 akan banyak spektrum frekwensi yang mereka gunakan (bukan frekwensi biasa kita gunakan), salah satunya adalah dengan menggunakan gelombang frekwensi tinggi yang tingkat kebocorannya dijaga seminim mungkin. Gelombang VVHF (Very-Very High Frequency) memiliki daya tembus yang besar dikarenakan panjang gelombangnya sangat kecil, maka diperlukan beton besar untuk menghadang sinyal tersebut agar tidak keluar dari celah peradaban. Maka dibangunlah beberapa bukit aneh untuk menutupi dan meredam sinyal VVHF, akan menjadi tidak aneh kalau di atas bukit yang jauh dari sinyal-sinyal elektromagnetik kekinian dan kemudian justru keluar sinyal elektromagnetik dengan nada teratur saat kita menggali sumur di bukit-bukit angker tersebut. Keberadaan bukit-bukit tersebut hanya untuk menutupi kebocoran sistem komunikasi peradaban Area 36.

Rahayu _/_

Ki Tunggul Jati Jaya Among Raga

=======
versi lengkap dengan kualitas gambar Hi-Res dapat diunduh di >>
https://app.box.com/s/rb6w22zq9c7lsl00vyi0

(Dilihat: 957 kali)

Leave a Reply